Rabu, 10 Juni 2015

Perekrutan Karyawan Baru

perusahaan-penerbangan
ilustrasi pesawat
Perekrutan Karyawan - Di bulan ini perusahaan penerbangan Sriwijaya Air kembali membuka lowongan kerja dengan cara walk in interview di mana itu berarti para pelamar kerja bisa datang ke tempat yang telah ditentukan sembari membawa surat lamaran dan kemudian berlanjut ke interview perdana sebagai tahap awal dalam seleksi calon karyawan. Salah satu pekerjaan yang dibuka adalah lowongan teknik, khususnya untuk ditempatkan sebagai mekanik dan engineer.
 
Dalam tulisan pengumuman lowongan kerjanya yang saya dapat dari grup wa salah satu divisi teknik SRIWIJAYA AIR disebutkan serangkaian persyaratan mulai dari umur, pengalaman kerja hingga licence. Sepertinya untuk mekanik pesawat udara diutamakan basic licence, seperti misalnya A1 dan A4 yang berhubungan tentang mesin (engine) serta airframe (struktur pesawat terbang). Bagi yang tertarik berkarir di dunia penerbangan dapat langsung mendatangi kantor maskapai tersebut pada tanggal 10 juni 2015 mulai dari pagi hingga sore hari. Baca : Bandara Semarang

Seorang mekanik akan bertugas di lapangan yang berhubungan teknik pesawat terbang misalnya saja mengisi bahan bakar, menghidupkan pesawat, menyambut pesawat saat datang dan membantu engineer dalam melakukan perawatan pesawat terbang. Sementara itu jenis pesawat terbangnya merupakan kapal udara buatan Amerika yang diberi nama boeing 737 series.

Seorang engineer berarti dia sudah memiliki sertifikat yang menyatakan bahwa orang yang bersangkutan telah diperbolehkan menyatakan bahwa pesawat terbang tersebut layak atau tidak layak terbang. Biasanya orang-orang ini adalah orang yang berpengalaman bekerja di dunia penerbangan.



Minggu, 07 Juni 2015

Perkembangan Bandara Semarang


bandara-ahmad-yani
Pesawat Terbang Dari bandara
Salah satu bandar udara utama yang ada di Jawa Tengah adalah bandara Ahmad Yani yang berada tidak jauh dari pusat kota Semarang. Bandara ini telah mengalami berbagai perkembangan setidaknya dilihat dari aspek fisik hingga operasional.
 
Secara fisik terlihat dengan dibangunnya terminal bandara baru di sisi dari terminal lama. Walaupun masih dalam tahap proses pembangunan, namun diyakini terminal bandara tersebut akan membawa pamor tersendiri dengan adanya konsep bandara di atas air. Konsep tersebut memanfaatkan lahan daerah rawa yang ada di sisi bandara tersebut. Disamping itu, perpanjangan runway juga telah dilakukan sekitar beberapa tahun yang lalu. ( baca : bandara dewandaru )

Sedangkan dari sisi operasional, meskipun belum bisa didarati pesawat berbadan lebar, namun intensitas penerbangan yang melalui bandara ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Baru baru ini maskapai  aviastar melayani rute semarang lampung PP, kemudian disusul dengan maskapai susi air yang menerbangi wilayah pulau kemujan Karimunjawa. Yang terbaru, garuda indonesia dengan menggunakan pesawat terbarunya membuka rute semarang makasar dan semarang lombok. Tiket yang ditawarkan pun terbilang tidak terlalu mahal karena masih di bawah 1 juta rupiah.

Sebelumnya ada juga maskapai Batik Air serta Citilink. Citilink sendiri tidak memakai bandara Cengkareng untuk membawa penumpangnya ke Jakarta melainkan menggunakan bandara Halim Perdana Kusumah. Dengan banyaknya maskapai yang menggunakan bandara ahmad yani ini, maka akan semakin banyak pilihan masyarakat akan transportasi udara.


Lihat artikel lain :

Jumat, 05 Juni 2015

Terbang Ke Pulau Karimunjawa


Pada waktu dulu ada penerbangan komersial yang melayani rute dari salah satu daerah di Kalimantan menuju Pulau Karimunjawa dengan bandara Dewandaru nya. Penerbangan yang tidak bertahan lama ini menggunakan pesawat Casa 212 dengan kapasitas penumpang sekitar 16 orang. Setelah itu terdapat penerbangan charter yang barangkali sampai saat ini masih ada, yakni dengan menggunakan maskapai Kura-Kura Aviation yang juga sebagai pemilik Kura-Kura Resort di salah satu pulau di Kepulauan karimunjawa. Harganya yang menggunakan patokan dolar terbilang cukup mahal yakni berkisar sekitar 250 dolar. Pesawat dengan mesin ganda berjenis baling-baling itu Cuma bisa mengangkut penumpang sekitar 6 orang saja.
 
terbang-karimunjawa
ilustrasi pesawat susi air

Kala itu panjang landasan masih terbilang pendek dengan panjang landasan aspal sekitar 900 m dan lebar 23 m. Saat ini landasan (runway) telah mengalami perpanjangan sehingga menjadi 1200 m. Pesawat jenis ATR dengan kapasitas 40an sebenarnya sudah dapat mendarat di landasan ini. Namun sejauh ini belum pernah dicoba.

Alhasil dengan landasan yang sudah cukup panjang ini, maskapai susi air menggarap rute penerbangan karimunjawa dari Semarang dan Surabaya. Pesawat bisa menampung hingga 12 orang penumpang. Tiket dengan harga yang murah mampu menarik orang-orang yang ingin terbang ke tempat itu. Dengan harga tiket pesawat yang di bawah 500rb itu, sebenarnya susi air mendapatkan subsidi dari pemerintah.



Baca juga :


 

Sabtu, 02 Mei 2015

Berapa Batas Usia Pakai Pesawat Terbang

pesawat-tua
Pesawat terbang merupakan sebuah hasil teknologi dengan angka keamanan paling tinggi. Namun demikian mungkin ada di antara pembaca yang bertanya : mengapa bila dikatakan angka keamanannya tinggi namun masih ada saja pesawat yang berumur lebih dari 15 tahun yang dioperasikan ? sepanjang yang saya tahu memang tidak ada batasan pasti sebuah pesawat terbang harus dibekukan.

Nah pembaca mesti tahu, meskipun pesawat sudah pada tua, untuk bisa terbang mesti lolos sertifikasi kelayakan udara dari Departemen Perhubungan. Dalam rangka pengajuan sertifikat yang dalam istilah aviasi nya disebut Certificate of airwhorthiness (C of A) itu, mesti dilakukan terlebih dahulu audit oleh pihak pemerintah terkait dengan fisik pesawat terbang serta terkait dengan dokumen pesawat terbang. Bila semua persyaratan itu sudak OK, maka perpanjangan sertifikasi kelaikan udara akan diberikan oleh pemerintah kepada maskapai yang bersangkutan.

Belum lagi bahwa pihak produsen pesawat telah membuat petunjuk terkait perawatan, misalnya saja tentang kapan sebuah komponen harus diganti atau diperiksa, komponen apa saja yang tidak bisa diperbaiki lagi kalau sudah rusak dan lain sebagainya. Aturan-aturan itu secara umum akan dipatuhi oleh operator penerbangan karena selain mengedepankan aspek keamanan, perusahaan pengguna pesawat juga tentunya tidak mau kalau mesti mendapat penalti dari pihak pemerintah.